Dalam Hati Mereka Ada Penyakit

Penyakit secara khusus di bagi pada dua jenis yaitu penyakit rohani dan penyakit jasmani. Penyakit jasmani biasanya bisa di sembuhkan dengan obat atau tindakan operasi sebagai bentuk ikhtiar dalam menyembuhkan penyakit tersebut. Dan biasanya penyakit jasmani bisa di deteksi oleh kita sendiri dengan merasakan efek secara langsung.

Berbeda dengan penyakit rohani yang sulit untuk di deteksi oleh pribadi yang mengidapnya. Penyakit rohani lebih banyak di deteksi oleh orang lain tanpa disadari oleh yang mengidap penyakit itu sendiri.

Beberapa penyakit rohani yang sering kita dengar adalah iri, dengki, hasut, sombong.

Biasanya penyakit rohani itu langsung dalam satu paket, artinya bila seorang mengidap penyakit rohani atau lebih sering di kenal dengan penyakit hati satu saja maka tanpa terasa penyakit lainnya akan juga menjangkit.

Sebut saja penyakit sombong, biasanya sombong membuat orang menjadi bangga diri dan tidak mau di kalahkan orang lain, menjadikannya iri, adanya rasa iri pada dirinya sehingga ia menjadi dengki / benci terhadap orang yang dianggapnya sebagai pesaing dan terakhir adalah hasut, dimana untuk meyakinkan orang lain ia mulai menghasut dan menebar kejelekan orang yang di anggapnya sebagai pesaing.

"Dalam hati mereka ada penyakit", itu adalah kutipan terjemahan Al-qur'an yang menjelaskan bahwa penyakit hati ini memang ada dan sangat berbahaya. Karena biasanya yang mengidap akan terus di berikan kebaikan untuk terus tenggelam dalam penyakitnya.

Misalnya ia sukses dengan berusaha dan mengalahkan pesaingnya dengan cara TIDAK BENAR, semakin ia berusaha dan semakin sukses dan pesaingnya semakin kalah, padahal pada intinya mereka sedang di tenggelamkan dalam penyakit mereka tanpa mereka sadari.

Merasa semakin bangga dan merasa semakin jadi pemenang dan juara, yang pada hakikatnya mereka sedang di tambahkan penyakit dalam hati mereka (lanjutan terjemahan ayat tersebut). Akhirnya ia pun semakin melakukan persaingan yang tidak benar karena ia merasa hal tersebut membuatnya menjadi sebagai yang nomor satu secara nyata namun pada hakitkatnya pesaingnya lah yang menjadi pemenang secara hakikat.

Maka waspadalah terhadap penyakit hati, dan senantiasa memohon semoga Allah menjauhkan penyakit hati dari diri dan jiwa kita.

0 comments