Kembali Ke Titik Awal

Dalam lelah ku ternyata selama ini aku salah dalam mengambil keputusan. Aku selama ini hanya tertarik pada hal yang instan dan mudah. Aku seperti semut dimana ada gula di situ ada aku. Dimana aku terus mengikuti di mana ada peluang yang lebih baik kutinggalkan peluang lain, dan kini aku baru sadar.

Mari flashback supaya anda paham dari tulisan di atas.

Awalnya aku punya mimpi besar dalam dunia blogging untuk menjadi orang yang sukses. Namun mindset ku yang telah keliru sejak aku memutuskan untuk masuk dalam dunia Internet Marketing. Terus terang saja, aku merasa bangga diri ketika orang berkenalan dengan internet hanya menulis friendster (Sebelum jaman fb) sedangkan aku menulis bisnis internet.

Tentunya ketika bicara bisnis maka yang terlintas dalam kepala adalah profit, penghasilan atau mungkin kata kasarnya adalah uang. Hingga aku senantiasa ikut trend di mana uang banyak mengalir maka aku langsung menuju kesana. Dimana ada bisnis baru yang menghasilkan maka aku segera beralih dan inilah yang membuat ku gagal fokus.

Langkah awal memang benar, ketika banyak orang yang asik menghabiskan uang di warnet, hanya sekedar ber-sosial media, aku memilih kata yang benar yaitu bisnis internet, cara menghasilkan uang dari internet dan sebagainya. Namun kesalahan ku yang aku sadari bahwa ternyata aku salah dalam melangkah karena aku inginkan adalah sesuatu yang instan, tidak bertahap dan akhirnya tergesa-gesa.

Dulu saya adalah seorang blogger yang punya mimpi untuk sukses dari dunia blogging. Sempat mencicipi penghasilan dari dunia blogging yang kemudian masuk ke dunia youtuber (istilah ku).

Kala itu aku memang berkenalan dengan youtube yang bisa menghasilkan sejak pertama youtube Indonesia bisa di monetize dan aku langsung terjun hingga aku mendapatkan hasil yang memang cukup instan. Dimana dalam 2 bulan saja mampu mengalahkan penghasilan blog ku secara keseluruhan. Padahal blog yang ku bangun sudah ada berusia di atas 2 tahun belum bisa menghasilkan uang sebayak itu.

Aku pun terlena dan asik dengan dunia youtuber ini, hingga pada akhirnya blog ku aku tinggalkan semuanya dan kini penghasilan dari blog pun telah tembus angka Nol Rupiah (Rp. 0).

Namun ternyata, youtuber tak seindah bayangan dan hayalan. Robot spam Youtube membabat semua channel yang kubangun, mulai dari video original hingga video re-upload (tetap dalam proses editing teliti).

Melihat kenyataan ini aku patah arang, aku berniat meninggalkan dunia kejam youtuber dan kembali ke dua blogging.

Aku lalu mengintip blog teman-teman yang tetap eksis berkibar, walau penghasilan tak sebesar youtube, saya yakin bahwa kini blog mereka sebagai aset nilainya jauh lebih besar dari apa yang aku dapatkan di youtube.

Dan aku berniat untuk membangun kembali blog-blog ku yang telah tumbang. Dan inilah yang kusebut kembali ke titik awal. Kembali menjadi blogger .. karena memang mungkin dasarnya inilah blogger bodoh yang sesungguhnya

0 comments